|
|
|
Tips Sebelum Membeli
PROPERTI BARU |
Tidak dapat dipungkiri, tidak sedikit pembeli properti yang kecewa akibat ulah ‘nakal’ Pengembang. Bahkan konon sudah ribuan konsumen yang terperangkap oleh janji-janji muluk Pengembang. Misalnya saja, kendati telah dibayar lunas, unit yang dijanjikan tak kunjung diserah-terimakan, dan tak jarang spesifikasinya tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam brosur awal. Belakangan ini bukan saja konsumen dari kalangan menengah bawah yang menjadi korbannya, namun kalangan menengah ataspun sering terkena jebakan janji-janji kosong Pengembang. Mungkin beberapa tips dibawah ini akan dapat membantu Anda sebelum membeli properti idaman Anda.
|
| Lokasi dan Lingkungan |
Sebelum mengambil keputusan untuk membeli properti, pilihlah lokasi yang banyak diminati. Bagi yang belum berkeluarga pilihan lokasi tempat tinggal, dikaitkan dengan tempat kerjanya. Bagi yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, pertimbangan pemilihan rumah lebih dikaitkan dengan sarana dan fasilitas lingkungan seperti : sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dll. Khusus non rumah, yaitu unit komersial (ruko, kios) pilihan ditentukan dengan ramai/ hidup nya lokasi/ wilayah disekitar unit tersebut.
|
| Fasilitas dan Harga |
Kenaikan harga properti dalam beberapa tahun ini membuat sebagian calon pembeli (khususnya menengah bawah) semakin sulit mendapatkannya, karena faktor harga, cicilan dan cara pembayaran harus menjadi pertimbangan utama. Kemudian memilih alternatif ukuran, lokasi dan fasilitas lingkungan yang sesuai dengan anggaran.
|
| Patokan Membeli Properti melalui KPR |
Sebelum membeli sebaiknya perlu dipikirkan besar penghasilan Anda dengan besarnya cicilan agar terhindar dari kesulitan proses KPR dengan Bank. Sesuaikan cashflow tabungan Anda dengan jumlah uang muka dan angsuran bulanan yang harus dibayar (min. pendapatan = 3x angsuran). Perkirakan pula besarnya tingkat bunga Kredit (KPR) yang sesuai dengan kemampuan Anda. Kemudian pilihlah beberapa kawasan perumahan yang sesuai dengan harga, lokasi, lingkungan dan fasilitas yang sesuai dengan Anda.
|
|
Fasos dan Fasum |
Fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh Pengembang perlu menjadi perhatian Anda, terkadang tidak dijelaskan secara rinci di dalam brosurnya. Oleh sebab itu, mintalah penjelasan yang rinci pada pengembangnya antara lain jadwal pembangunan dan utilitasnya, missal; jaringan telepon, air bersih, jaringan drainase, arah pembuangan, lebar dan kedalaman salurannya. Karena bila arah pembuangannya tidak jelas dan salurannya terlalu kecil, kawasan tersebut akan mudah terkena banjir.
|
| Spesifikasi dan Utilitas Bangunan |
Setelah Anda yakin dengan penjelasan mengenai fasilitas dan utilitas kawasannya, selanjutnya perhatikanlah bangunannya. Jangan mudah percaya akan spesifikasi di dalam brosur. Terkadang spesifikasi bangunan yang tertera dalam brosur sewaktu-waktu diubah oleh Pengembangnya tanpa memberitahu sebelumnya. Teliti/ cermatilah beberapa hal penting a.l; ukuran sebenarnya, bahan-bahan bangunan yang digunakan, daya listrik, air bersih, dan sebagainya.
|
| Tata Ruang dan Sirkulasi Udara |
Pilihlah tata letak ruangan yang terkesan lapang dan tata ruangnya apik. Janganlah tergiur oleh keindahan gaya arsitektur asing, karena selain harganya mahal seringkali tidak bermanfaat, malah Anda bisa kerepotan bila terjadi kebocoran dan kerusakan. Sistem sirkulasi udara yang baik harus dapat mengurangi kenaikan suhu udara di dalam ruangan.
|
| Peninjauan Lokasi |
Peninjauan ke lokasi proyek merupakan hal yang penting karena Anda dapat langsung melihat kenyataannya. Beberapa hal yang perlu anda ketahui saat berada di lokasi proyek, tanyakan kepada penduduk sekitarnya tentang asal tanah yang digunakan proyek tersebut? Bagaimana dengan kondisi air bersihnya pada musim kemarau? Apakah daerah tersebut banjir? Terakhir, bagaimana jalan masuk dan keluar dari lokasi proyek, kelancaranan lalin pada jam-jam tertentu.
|
| Reputasi Pengembang |
Anda juga perlu mengetahui tentang status/ reputasi Pengembang dan sejak kapan beroperasinya, melalui asosiasi Real Estate Indonesia (REI). Tanyakan kepada mereka yang telah membeli property disana, apakah Pengembang tersebut menepeti janji-janjinya atau malah sering ingkar.
|
| Legalitas |
Untuk perizinan Pengembangnya, mintalah bukti surat ijin lokasi Pengembang, status tanahnya. Bagaimana dengan rencana tapaknya, apakah telah disyahkan oleh pemerintah daerah (Pemda) setempat? Bagaimana dengan Izin Mendirikan Bangunannya (IMB), dan Sertifikatnya?.
|
| Closing Transaksi |
| Akhirnya, bila hal-hal di atas telah anda ketahui, maka tinggal kesepakatan harga dan cara pembayarannya melalui negosiasi, setelah pembayaran mintalah kwitansi pembayaran atau tanda terimanya. Mintalah Jadwal pembayaran yang telah disiapkan secara tertulis oleh bagian pemasaran. Selama pembayaran cicilan uang muka berjalan, sesekali berkunjung ke lokasi proyek, apakah Pengembang telah memenuhinya sesuai progress. Bila ragu sebaiknya hentikan pembayaran uang mukanya dan bila dirugikan jangan segan-segan melaporkan langsung ke kantor DPP REI / Kantor Menpera / atau ke YLKI. |
| |
|
|
|
|